Passive Voice: Rumus, Fungsi, dan Contoh Kalimat Lengkap

Mr.BOB Kampung Inggris – Kalau kamu sedang belajar grammar bahasa Inggris, Passive Voice pasti jadi salah satu materi yang sering muncul. Topik ini cukup penting karena dipakai dalam banyak situasi, mulai dari percakapan sehari-hari, tulisan formal, berita, sampai soal ujian bahasa Inggris. Meski kelihatannya agak rumit di awal, sebenarnya konsep Passive Voice bisa dipahami dengan lebih mudah kalau tahu pola dasarnya.

Secara sederhana, Passive Voice adalah bentuk kalimat yang menempatkan objek sebagai fokus utama dalam kalimat. Jadi, perhatian pembaca atau pendengar diarahkan ke tindakan atau hasil tindakan, bukan ke siapa yang melakukannya. Karena itu, Passive Voice sering dipakai saat pelaku tidak diketahui, tidak penting, atau memang sengaja tidak disebutkan.

Banyak pelajar bingung membedakan kalimat aktif dan pasif karena perubahan strukturnya cukup jelas. Padahal, kalau sudah paham rumus dasar, kamu tinggal menyesuaikan bentuk kata kerja dan tenses yang digunakan. Artikel ini akan membahas Passive Voice secara lengkap, mulai dari pengertian, fungsi, rumus, cara mengubah kalimat aktif menjadi pasif, sampai contoh kalimat yang mudah dipahami.

Passive Voice Rumus, Fungsi, dan Contoh Kalimat Lengkap - Mr.BOB Kampung Inggris

Apa Itu Passive Voice?

Passive Voice adalah bentuk kalimat pasif dalam bahasa Inggris. Dalam kalimat pasif, subjek kalimat bukan pelaku tindakan, melainkan pihak yang menerima tindakan. Ini berbeda dengan kalimat aktif atau active voice, di mana subjeklah yang melakukan tindakan.

Supaya lebih gampang dipahami, coba lihat perbandingan ini. Pada kalimat aktif, misalnya “The chef cooks the meal”, subjeknya adalah “the chef” karena dia yang melakukan tindakan memasak. Sementara dalam bentuk pasif, kalimatnya berubah menjadi “The meal is cooked by the chef”, dan fokusnya pindah ke “the meal” sebagai objek yang menerima tindakan.

Penggunaan Passive Voice sangat umum dalam bahasa Inggris, terutama dalam tulisan akademik, laporan, berita, dan instruksi. Bahkan dalam percakapan sehari-hari pun bentuk pasif tetap sering muncul. Jadi, memahami Passive Voice bukan cuma penting untuk nilai pelajaran, tapi juga berguna untuk komunikasi yang lebih natural.

Fungsi Passive Voice

Ada beberapa fungsi utama Passive Voice yang membuat bentuk ini sering dipakai. Fungsi-fungsi ini penting untuk dipahami supaya kamu tidak asal mengubah semua kalimat aktif menjadi pasif. Dalam bahasa Inggris, pemilihan active atau passive voice biasanya tergantung konteks dan tujuan komunikasi.

Fungsi pertama adalah untuk menekankan objek atau hasil tindakan. Kadang, yang paling penting dalam kalimat bukan siapa pelakunya, melainkan apa yang terjadi. Contohnya dalam kalimat “The window was broken”, fokus utamanya ada pada jendelanya yang pecah, bukan pada siapa yang memecahkannya.

Fungsi kedua adalah ketika pelaku tindakan tidak diketahui. Misalnya, “My bag was stolen yesterday.” Dalam kalimat ini, kita tahu tas itu dicuri, tapi tidak tahu siapa pencurinya. Karena pelakunya tidak jelas, maka Passive Voice jadi pilihan yang paling cocok.

Fungsi ketiga adalah ketika pelaku tindakan dianggap tidak penting. Contohnya, “English is spoken in many countries.” Kalimat ini tidak perlu menyebut siapa yang berbicara bahasa Inggris karena yang penting adalah fakta bahwa bahasa itu digunakan di banyak negara.

Fungsi keempat adalah untuk memberikan kesan lebih formal atau objektif. Karena itulah Passive Voice sering dipakai dalam karya ilmiah, laporan penelitian, dan berita. Misalnya, “The experiment was conducted in a controlled room.” Kalimat seperti ini terdengar lebih netral dan formal.

PAKET TOEFL 2026 - Mr.BOB Kampung Inggris

Daftar Paket TOEFL di Mr.BOB Kampung Inggris, klik disini.

Ciri-Ciri Passive Voice

Ada beberapa ciri yang bisa membantu kamu mengenali Passive Voice dengan cepat. Ciri yang paling utama adalah adanya bentuk to be yang diikuti oleh past participle atau kata kerja bentuk ketiga. Ini adalah pola dasar yang hampir selalu muncul dalam kalimat pasif.

Contohnya bisa dilihat pada kalimat seperti “The letter is sent every morning” atau “The room was cleaned yesterday.” Kata “is” dan “was” di sini adalah bentuk to be, sedangkan “sent” dan “cleaned” adalah verb 3. Kombinasi itulah yang jadi penanda utama bahwa sebuah kalimat memakai Passive Voice.

Selain itu, dalam Passive Voice, subjek kalimat biasanya adalah penerima aksi. Jadi, yang jadi fokus bukan pelakunya. Kadang juga ada tambahan “by” untuk menunjukkan siapa yang melakukan tindakan, misalnya “The song was written by Adele.” Tapi bagian “by + pelaku” ini tidak selalu wajib ditulis.

Rumus Passive Voice

Rumus dasar Passive Voice sebenarnya cukup sederhana, yaitu:

Subject + to be + Verb 3 + object/complement

Namun, karena bahasa Inggris punya banyak tenses, bentuk to be dalam Passive Voice juga harus menyesuaikan. Jadi, saat belajar rumus Passive Voice, kamu tidak cukup hanya hafal pola umumnya, tapi juga harus tahu bagaimana bentuknya dalam berbagai tenses.

Agar lebih jelas, berikut rumus Passive Voice dalam beberapa tenses yang paling sering digunakan.

Rumus Passive Voice dalam Simple Present Tense

Untuk Simple Present Tense, rumusnya adalah:

Subject + am/is/are + Verb 3

Tense ini biasanya dipakai untuk menyatakan kebiasaan, fakta umum, atau rutinitas. Saat diubah ke bentuk pasif, objek dari kalimat aktif akan menjadi subjek baru, lalu diikuti oleh am/is/are dan verb 3.

Contoh:

  • Active: The teacher explains the lesson.
  • Passive: The lesson is explained by the teacher.

Contoh lain:

  • The rooms are cleaned every day.
  • English is used in international communication.
  • The documents are checked regularly.

Kalau subjeknya tunggal, biasanya pakai is. Kalau jamak, pakai are. Sementara am dipakai untuk subjek “I”, walaupun bentuk ini lebih jarang muncul dalam kalimat pasif.

Rumus Passive Voice dalam Simple Past Tense

Untuk Simple Past Tense, rumusnya adalah:

Subject + was/were + Verb 3

Bentuk ini dipakai untuk menyatakan kejadian yang sudah selesai di masa lalu. Dalam kalimat pasif, tindakan yang terjadi di masa lampau akan ditunjukkan dengan was atau were.

Contoh:

  • Active: The police arrested the thief.
  • Passive: The thief was arrested by the police.

Contoh lain:

  • The cake was made by my mother.
  • The students were praised by the principal.
  • The door was opened a few minutes ago.

Pemilihan was atau were tergantung pada subjek baru dalam kalimat pasif. Kalau subjeknya tunggal, gunakan was. Kalau jamak, gunakan were.

Rumus Passive Voice dalam Simple Future Tense

Untuk Simple Future Tense, rumusnya adalah:

Subject + will be + Verb 3

Tense ini digunakan untuk tindakan yang akan terjadi di masa depan. Dalam bentuk pasif, fokusnya tetap pada objek yang akan menerima tindakan.

Contoh:

  • Active: They will announce the winner tomorrow.
  • Passive: The winner will be announced tomorrow.

Contoh lain:

  • The package will be delivered this afternoon.
  • The new policy will be implemented next month.
  • The meeting will be held in the main hall.

Bentuk ini cukup mudah karena kamu hanya perlu menambahkan will be sebelum verb 3.

Rumus Passive Voice dalam Present Continuous Tense

Untuk Present Continuous Tense, rumusnya adalah:

Subject + am/is/are + being + Verb 3

Bentuk ini dipakai untuk menyatakan tindakan yang sedang berlangsung sekarang. Dalam Passive Voice, kata being wajib ada karena menandakan aksi sedang berlangsung.

Contoh:

  • Active: The mechanic is repairing the car.
  • Passive: The car is being repaired by the mechanic.

Contoh lain:

  • The house is being painted.
  • The reports are being prepared.
  • The patient is being examined by the doctor.

Banyak orang lupa menambahkan kata being saat membuat bentuk pasif continuous. Padahal, itu bagian penting dari rumusnya.

Rumus Passive Voice dalam Present Perfect Tense

Untuk Present Perfect Tense, rumusnya adalah:

Subject + has/have been + Verb 3

Bentuk ini digunakan untuk menyatakan tindakan yang sudah terjadi dan masih punya kaitan dengan kondisi sekarang. Dalam kalimat pasif, rumusnya tetap mengikuti pola perfect dengan tambahan been.

Contoh:

  • Active: The company has launched a new product.
  • Passive: A new product has been launched by the company.

Contoh lain:

  • The project has been completed.
  • The letters have been sent.
  • The room has been cleaned.

Kalau subjek tunggal, gunakan has been. Kalau subjek jamak, gunakan have been.

PAKET 2 BULAN 2026 - Mr.BOB Kampung Inggris

Daftar Paket 2 Bulan di Mr.BOB Kampung Inggris, klik disini.

Cara Mengubah Active Voice Menjadi Passive Voice

Untuk mengubah kalimat aktif menjadi Passive Voice, ada beberapa langkah yang bisa kamu ikuti. Cara ini cukup efektif buat pemula karena membantu melihat perubahan strukturnya dengan lebih jelas. Semakin sering latihan, semakin mudah kamu melakukannya.

Langkah pertama, cari objek dalam kalimat aktif. Objek inilah yang nantinya akan dipindahkan menjadi subjek dalam kalimat pasif. Misalnya dalam kalimat “She writes a letter”, objeknya adalah “a letter”.

Langkah kedua, tentukan tense kalimat aktif. Ini penting karena bentuk to be dalam Passive Voice harus menyesuaikan tense aslinya. Pada contoh tadi, “writes” menunjukkan Simple Present, jadi bentuk pasifnya akan memakai is/are/am.

Langkah ketiga, ubah kata kerja utama menjadi verb 3. Dalam contoh “write”, bentuk ketiganya adalah “written”. Jadi susunan kalimat pasifnya menjadi “A letter is written by her.”

Langkah keempat, tambahkan “by” jika kamu ingin menyebut pelaku tindakan. Tapi kalau pelakunya tidak penting atau sudah jelas dari konteks, bagian ini bisa dihilangkan. Jadi, kalimat “A letter is written” juga tetap benar secara struktur.

Contoh Passive Voice Lengkap

Supaya lebih paham, berikut beberapa contoh Passive Voice dalam berbagai bentuk kalimat.

Kalimat positif:

  • The homework is done by the students.
  • The road was repaired last year.
  • The books will be delivered tomorrow.
  • The dinner is being prepared now.
  • The message has been sent.

Kalimat negatif:

  • The room is not cleaned every day.
  • The car was not washed yesterday.
  • The invitation will not be accepted.
  • The project is not being discussed right now.
  • The documents have not been signed.

Kalimat tanya:

  • Is the food cooked by the chef?
  • Was the window broken last night?
  • Will the package be delivered today?
  • Is the house being renovated?
  • Has the report been submitted?

Dari contoh-contoh di atas, kelihatan bahwa Passive Voice bisa dipakai dalam bentuk positif, negatif, dan interogatif. Jadi, penggunaannya cukup fleksibel selama kamu memahami pola dasarnya.

Kapan Passive Voice Sebaiknya Digunakan?

Meskipun Passive Voice penting dipelajari, bukan berarti semua kalimat harus dibuat pasif. Dalam banyak situasi, kalimat aktif justru terasa lebih langsung, jelas, dan natural. Karena itu, kamu juga perlu tahu kapan bentuk pasif lebih tepat dipakai.

Gunakan Passive Voice saat hasil tindakan lebih penting daripada pelakunya. Misalnya dalam berita, tulisan ilmiah, atau pengumuman resmi, bentuk pasif sering terasa lebih cocok. Contoh seperti “The building was inaugurated yesterday” lebih fokus pada peristiwa peresmiannya.

Selain itu, Passive Voice juga cocok saat pelaku tindakan tidak diketahui. Dalam kasus seperti pencurian, kecelakaan, atau kejadian tak terduga, bentuk pasif sering jadi pilihan alami. Kalimat seperti “My wallet was taken” terasa lebih masuk akal dibanding memaksa menyebut pelaku yang belum diketahui.

Kesalahan Umum Saat Menggunakan Passive Voice

Ada beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi saat belajar Passive Voice. Salah satunya adalah lupa menggunakan verb 3. Misalnya menulis “The cake is make” padahal yang benar adalah “The cake is made.”

Kesalahan lain adalah salah memilih bentuk to be. Karena Passive Voice sangat bergantung pada tense dan subjek, pemilihan am, is, are, was, were, been, being harus tepat. Kalau salah memilih, struktur kalimat jadi tidak akurat.

Selain itu, banyak juga yang mencoba mengubah semua kalimat aktif menjadi pasif, padahal tidak semuanya cocok. Ada beberapa kata kerja yang tidak punya objek, sehingga tidak bisa dibuat menjadi Passive Voice. Jadi, sebelum mengubah kalimat, pastikan dulu bahwa kalimat aktifnya memang punya objek.

Tips Mudah Belajar Passive Voice

Supaya lebih cepat paham, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat belajar Passive Voice. Pertama, fokus dulu pada pola dasar to be + verb 3. Jangan langsung menghafal semua tenses sekaligus kalau itu malah bikin bingung.

Kedua, sering-sering latihan mengubah kalimat aktif ke pasif. Mulai dari kalimat yang sederhana dulu, seperti Simple Present dan Simple Past. Setelah itu baru lanjut ke bentuk continuous, perfect, dan future.

Ketiga, perhatikan konteks pemakaian. Belajar Passive Voice bukan cuma soal hafal rumus, tapi juga tahu kapan bentuk ini terdengar lebih natural. Dengan begitu, kamu bukan hanya paham teori, tapi juga bisa menggunakannya dengan tepat dalam tulisan dan percakapan.

Penutup

Passive Voice adalah bentuk kalimat pasif dalam bahasa Inggris yang menempatkan penerima tindakan sebagai fokus utama. Struktur dasarnya adalah to be + verb 3, lalu bentuk to be akan berubah sesuai tense yang digunakan. Materi ini penting karena sangat sering muncul dalam pelajaran grammar, ujian, percakapan, hingga tulisan formal.

Dengan memahami pengertian, fungsi, dan rumus Passive Voice, kamu bisa lebih mudah membedakan kalimat aktif dan pasif. Selain itu, kamu juga jadi tahu kapan bentuk pasif lebih cocok dipakai dan bagaimana cara menyusunnya dengan benar. Kunci utamanya ada pada latihan dan kebiasaan mengenali pola kalimat.

Kalau kamu masih sering bingung saat membuat Passive Voice, itu hal yang wajar. Semakin sering latihan dengan contoh-contoh sederhana, semakin cepat kamu terbiasa. Setelah dasar-dasarnya kuat, kamu akan merasa bahwa Passive Voice sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan.

Untuk kamu yang ingin belajar materi bahasa Inggris lainnya, kamu bisa baca artikel lainnya di website ini ya teman-teman. Jangan lupa untuk follow instagram, tiktok, dan youtube kita ya. Dan kalau kamu ingin lebih fasih berbicara bahasa Inggris, kamu bisa segera mendaftar kursus bahasa Inggris di Mr.BOB Kampung Inggris, tanya-tanya via whatsapp dulu yuk!