Mr.BOB Kampung Inggris – Kalau kamu sedang mempersiapkan diri untuk tes IELTS, satu hal yang tidak bisa diabaikan adalah penguasaan Kosakata Bahasa Inggris IELTS. Banyak peserta terlalu fokus ke grammar dan latihan soal, tapi lupa bahwa skor tinggi di IELTS, terutama di Writing dan Speaking, sangat dipengaruhi oleh kualitas vocabulary yang digunakan. Semakin tepat dan akademik kosakata yang kamu pakai, semakin besar peluangmu mendapatkan band score tinggi.
IELTS bukan cuma menguji kemampuan menjawab soal, tapi juga menguji sejauh mana kamu bisa menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks akademik dan formal. Karena itu, menguasai 150 kosakata yang paling sering muncul di IELTS bisa jadi modal penting untuk meningkatkan lexical resource kamu. Artikel ini akan membahas daftar kosakata tersebut lengkap dengan arti dalam Bahasa Indonesia supaya kamu bisa langsung memahami konteks penggunaannya.
Baca juga : Mengenal IELTS dalam Bahasa Inggris

Kenapa Kosakata Bahasa Inggris IELTS Itu Penting?
Dalam IELTS Writing dan Speaking, ada satu kriteria penilaian yang disebut Lexical Resource. Artinya, penguji menilai seberapa luas dan tepat kosakata yang kamu gunakan. Kalau kamu hanya memakai kata-kata umum seperti “good”, “bad”, “many”, atau “big”, tulisanmu akan terlihat sederhana dan kurang akademik.
Sebaliknya, kalau kamu menggunakan kosakata seperti “significant”, “negative impact”, atau “substantial increase”, tulisanmu akan terdengar lebih matang. Inilah alasan kenapa memahami Kosakata Bahasa Inggris IELTS bisa langsung berdampak pada skor akhir kamu.

Daftar Paket IELTS di Mr.BOB Kampung Inggris, klik disini.
150 Kosakata Bahasa Inggris IELTS yang Paling Sering Muncul
Berikut ini adalah daftar 150 kosakata yang sering muncul di IELTS, baik dalam Reading, Writing, maupun Listening. Saya kelompokkan secara umum, tapi tetap dalam format daftar supaya mudah dipelajari.
- Achieve – mencapai
- Acquire – memperoleh
- Acquisition – perolehan
- Adapt – beradaptasi
- Adequate – memadai
- Advantage – keuntungan
- Affect – memengaruhi
- Allocate – mengalokasikan
- Analysis – analisis
- Annual – tahunan
- Approach – pendekatan
- Appropriate – sesuai
- Assess – menilai
- Assessment – penilaian
- Authority – otoritas
- Benefit – manfaat
- Budget – anggaran
- Capability – kemampuan
- Capacity – kapasitas
- Category – kategori
- Challenge – tantangan
- Circumstance – keadaan
- Collaborate – bekerja sama
- Community – komunitas
- Complex – kompleks
- Concept – konsep
- Conduct – melakukan
- Consequence – konsekuensi
- Consider – mempertimbangkan
- Consistent – konsisten
- Contribute – berkontribusi
- Contribution – kontribusi
- Controversial – kontroversial
- Create – menciptakan
- Critical – kritis / penting
- Culture – budaya
- Data – data
- Debate – perdebatan
- Decline – penurunan
- Define – mendefinisikan
- Demand – permintaan
- Demonstrate – menunjukkan
- Derive – memperoleh dari
- Design – merancang
- Development – perkembangan
- Difference – perbedaan
- Disadvantage – kerugian
- Distribution – distribusi
- Diversity – keberagaman
- Economy – ekonomi
- Education – pendidikan
- Effective – efektif
- Efficient – efisien
- Emphasize – menekankan
- Employment – pekerjaan
- Enhance – meningkatkan
- Environment – lingkungan
- Establish – mendirikan
- Evaluate – mengevaluasi
- Evidence – bukti
- Expand – memperluas
- Experience – pengalaman
- Factor – faktor
- Feature – fitur
- Financial – keuangan
- Focus – fokus
- Function – fungsi
- Global – global
- Goal – tujuan
- Government – pemerintah
- Growth – pertumbuhan
- Impact – dampak
- Implement – menerapkan
- Improvement – peningkatan
- Income – pendapatan
- Increase – peningkatan
- Individual – individu
- Industry – industri
- Influence – pengaruh
- Innovation – inovasi
- Institution – institusi
- Investment – investasi
- Issue – isu
- Knowledge – pengetahuan
- Labor – tenaga kerja
- Legal – hukum
- Maintain – mempertahankan
- Majority – mayoritas
- Method – metode
- Minor – kecil
- Modern – modern
- Negative – negatif
- Objective – tujuan
- Opportunity – kesempatan
- Option – pilihan
- Organization – organisasi
- Outcome – hasil
- Participate – berpartisipasi
- Performance – kinerja
- Policy – kebijakan
- Positive – positif
- Potential – potensi
- Poverty – kemiskinan
- Practice – praktik
- Process – proses
- Produce – menghasilkan
- Product – produk
- Professional – profesional
- Profit – keuntungan
- Project – proyek
- Promote – mempromosikan
- Proportion – proporsi
- Protect – melindungi
- Provide – menyediakan
- Public – publik
- Quality – kualitas
- Reduce – mengurangi
- Region – wilayah
- Regulation – regulasi
- Relationship – hubungan
- Research – penelitian
- Resource – sumber daya
- Respond – merespons
- Result – hasil
- Risk – risiko
- Role – peran
- Sector – sektor
- Significant – signifikan
- Similar – mirip
- Solution – solusi
- Source – sumber
- Specific – spesifik
- Strategy – strategi
- Structure – struktur
- Support – mendukung
- Sustainable – berkelanjutan
- System – sistem
- Technology – teknologi
- Theory – teori
- Trend – tren
- Unemployment – pengangguran
- Urban – perkotaan
- Value – nilai
- Variety – variasi
- Vision – visi
- Welfare – kesejahteraan
- Workforce – angkatan kerja
- Youth – pemuda
- Access – akses
- Awareness – kesadaran
Cara Menggunakan Kosakata Bahasa Inggris IELTS dengan Tepat
Menghafal 150 kata di atas saja tidak cukup. Kamu harus tahu bagaimana cara menggunakannya dalam kalimat, terutama untuk Writing Task 2. Misalnya, daripada menulis “There are many problems”, kamu bisa menulis “There are significant challenges in modern society.” Kalimat kedua terdengar lebih akademik dan sesuai standar IELTS.
Selain itu, usahakan untuk tidak memaksakan penggunaan kosakata yang belum benar-benar kamu pahami. Menggunakan kata seperti “implement” atau “evaluate” secara salah justru bisa menurunkan skor kamu. Jadi lebih baik gunakan kosakata yang kamu kuasai sepenuhnya.
Strategi Menghafal Kosakata IELTS Supaya Tidak Lupa
Menghafal kosakata IELTS akan jauh lebih efektif kalau kamu mengelompokkannya berdasarkan topik. Misalnya topik education, environment, economy, technology, atau health. Dengan begitu, kamu tidak hanya hafal arti kata, tapi juga tahu konteks penggunaannya.
Kamu juga bisa membuat kalimat sendiri menggunakan kosakata tersebut. Misalnya menggunakan kata “sustainable”, kamu bisa membuat kalimat tentang lingkungan atau pembangunan berkelanjutan. Semakin sering kamu praktikkan dalam writing atau speaking, semakin kuat kata tersebut tertanam di ingatan.
Penutup
Menguasai Kosakata Bahasa Inggris IELTS adalah salah satu langkah paling penting untuk meningkatkan skor tes kamu. Dengan memahami dan menggunakan 150 kosakata yang sering muncul ini, kamu bisa membuat tulisan dan jawaban speaking terdengar lebih akademik, lebih natural, dan lebih profesional.
IELTS bukan tentang menggunakan kata paling sulit, tapi tentang menggunakan kata yang tepat dalam konteks yang tepat. Jadi mulai sekarang, jangan hanya fokus latihan soal, tapi juga perluas vocabulary kamu secara konsisten. Dengan strategi yang tepat, penguasaan kosakata ini bisa jadi pembeda antara band 6 dan band 7 atau bahkan lebih tinggi.
Kalau kamu mau, saya bisa lanjutkan dengan versi tambahan berisi contoh kalimat IELTS untuk 30-40 kosakata paling penting dari daftar ini supaya kamu bisa langsung latihan writing.Untuk kamu yang ingin belajar materi bahasa Inggris lainnya, kamu bisa baca artikel lainnya di website ini ya teman-teman. Jangan lupa untuk follow instagram dan tiktok kita ya. Dan kalau kamu ingin lebih fasih berbicara bahasa Inggris, kamu bisa segera mendaftar kursus bahasa Inggris di Mr.BOB Kampung Inggris, tanya-tanya via whatsapp dulu yuk!