Ini Perbedaan Penggunaan Could dan Would dalam Bahasa Inggris

Mr.BOB Kampung Inggris – Kalau kamu sedang belajar Bahasa Inggris, ada dua kata yang hampir pasti sering bikin bingung: could dan would. Keduanya sering muncul dalam percakapan sehari-hari, email kerja, hingga ujian Bahasa Inggris. Masalahnya, banyak orang merasa kedua kata ini mirip karena sama-sama sering dipakai untuk kalimat sopan, permintaan, atau situasi yang sifatnya “tidak langsung”.

Akibatnya, banyak pembelajar Bahasa Inggris yang asal pakai could atau would tanpa benar-benar memahami perbedaannya. Padahal, kalau kamu tahu perbedaan penggunaan could dan would, kamu bisa berbicara dan menulis Bahasa Inggris dengan lebih tepat, lebih natural, dan lebih sopan sesuai konteks.

Artikel ini akan membahas perbedaan would dan could secara lengkap, mulai dari fungsi utama masing-masing, contoh penggunaannya, kesalahan umum, sampai tips sederhana agar kamu tidak tertukar lagi.

Ini Perbedaan Penggunaan Could dan Would dalam Bahasa Inggris - Mr.BOB Kampung Inggris

Sekilas Tentang Could dan Would

Sebelum membahas lebih jauh, kita perlu tahu bahwa could dan would termasuk modal verbs (kata kerja bantu) dalam Bahasa Inggris. Modal verbs dipakai untuk menunjukkan kemampuan, kemungkinan, permintaan, izin, atau situasi hipotetis.

Yang bikin could dan would sering bikin bingung adalah karena keduanya sering digunakan dalam situasi sopan, formal, atau tidak langsung. Namun, meskipun sama-sama terdengar halus, fungsi keduanya sebenarnya berbeda.

Memahami perbedaan penggunaan could dan would berarti memahami apa yang ingin kamu sampaikan: apakah itu kemampuan, kemungkinan, permintaan, atau kondisi imajinasi.

Fungsi Utama Could dalam Bahasa Inggris

Kata could paling sering digunakan untuk menunjukkan kemampuan di masa lalu. Kalau kamu sudah belajar grammar dasar, mungkin kamu tahu bahwa could adalah bentuk lampau dari can.

Contohnya, kalau dulu kamu bisa berenang, kamu bisa mengatakan:
“I could swim when I was five.”
Artinya: Aku sudah bisa berenang saat umur lima tahun.

Tapi, penggunaan could tidak berhenti di situ. Could juga sering dipakai untuk menyatakan kemungkinan, permintaan yang sopan, serta menawarkan bantuan. Karena fungsinya cukup banyak, could sering dipakai dalam percakapan sehari-hari.

Fungsi Utama Would dalam Bahasa Inggris

Sementara itu, would sering dipakai untuk menyatakan situasi hipotetis atau sesuatu yang “akan terjadi jika”. Would juga sering digunakan untuk menyatakan kebiasaan di masa lalu, permintaan yang sopan, dan menawarkan sesuatu dengan gaya lebih halus.

Contohnya:
“I would travel more if I had enough money.”
Artinya: Aku akan lebih sering traveling kalau punya cukup uang.

Kalimat ini jelas menunjukkan situasi yang belum tentu terjadi, karena bergantung pada kondisi tertentu. Would sering terasa lebih “berandai-andai” dibanding could.

PAKET 3 BULAN 2026 - Mr.BOB Kampung Inggris

Daftar Paket 3 Bulan di Mr.BOB Kampung Inggris, klik disini.

Perbedaan Penggunaan Could dan Would yang Paling Dasar

Kalau dijelaskan secara sederhana, could lebih dekat ke makna “bisa” atau “mungkin bisa”, sedangkan would lebih dekat ke makna “akan” atau “akan melakukan”.

Jadi:

  • Could = kemampuan atau kemungkinan
  • Would = pilihan, niat, atau kondisi hipotetis

Namun, supaya lebih jelas, kita bahas dalam konteks yang lebih spesifik.

1. Could untuk Kemampuan, Would untuk Pilihan

Could digunakan untuk menunjukkan kemampuan. Would digunakan untuk menunjukkan keputusan atau pilihan dalam kondisi tertentu.

Contoh could:
“She could speak English very well when she was a child.”
Artinya: Dia bisa berbicara Bahasa Inggris dengan sangat baik saat masih kecil.

Contoh would:
“She would speak English every day if she lived abroad.”
Artinya: Dia akan berbicara Bahasa Inggris setiap hari kalau dia tinggal di luar negeri.

Di sini terlihat jelas bahwa could membahas kemampuan yang nyata, sedangkan would membahas situasi yang masih bersifat kemungkinan atau hipotetis.

2. Could untuk Kemungkinan, Would untuk Prediksi atau Hasil

Could sering digunakan untuk menyatakan kemungkinan, artinya sesuatu bisa terjadi tapi belum pasti.

Contohnya:
“It could rain this afternoon.”
Artinya: Bisa saja hujan sore ini.

Sementara would lebih sering digunakan untuk menyatakan hasil atau prediksi dalam situasi tertentu.

Contohnya:
“If it rained, the road would be slippery.”
Artinya: Kalau hujan, jalannya akan licin.

Jadi, perbedaan penggunaan could dan would di sini adalah: could hanya menunjukkan kemungkinan, sedangkan would menunjukkan akibat atau hasil dari suatu kondisi.

3. Could dan Would dalam Permintaan yang Sopan

Nah, ini bagian yang paling sering bikin bingung karena could dan would sama-sama bisa digunakan untuk permintaan sopan. Tapi ada perbedaan kecil dalam maknanya. Could biasanya lebih fokus pada kemampuan atau kemungkinan orang tersebut bisa melakukan sesuatu.

Contoh:
“Could you help me with this?”
Artinya: Bisa bantu aku dengan ini?

Sementara would lebih fokus pada kesediaan atau kemauan orang tersebut.

Contoh:
“Would you help me with this?”
Artinya: Mau bantu aku dengan ini?

Keduanya sopan, tapi nuansanya berbeda. Could terdengar seperti bertanya apakah orang itu mampu, sedangkan would terdengar seperti bertanya apakah orang itu bersedia. Inilah salah satu poin penting dalam perbedaan penggunaan could dan would.

4. Could untuk Saran, Would untuk Preferensi

Could juga sering digunakan untuk memberi saran atau opsi.

Contohnya:
“You could try studying at night.”
Artinya: Kamu bisa coba belajar malam hari.

Kalimat ini seperti memberi ide atau kemungkinan. Sedangkan would sering digunakan untuk menyatakan preferensi atau pilihan pribadi.

Contohnya:
“I would recommend this book.”
Artinya: Aku akan merekomendasikan buku ini.


“I would rather stay at home.”
Artinya: Aku lebih memilih tinggal di rumah.

Would di sini lebih menunjukkan keputusan atau preferensi, bukan sekadar opsi.

5. Could dan Would dalam Conditional Sentence

Dalam kalimat conditional (kalimat pengandaian), could dan would punya peran berbeda. Could biasanya dipakai untuk menunjukkan kemungkinan kemampuan atau kesempatan dalam kondisi tertentu.

Contoh:
“If I had more time, I could learn another language.”
Artinya: Kalau aku punya lebih banyak waktu, aku bisa belajar bahasa lain.

Would digunakan untuk menunjukkan hasil atau tindakan yang akan dilakukan.

Contoh:
“If I had more time, I would learn another language.”
Artinya: Kalau aku punya lebih banyak waktu, aku akan belajar bahasa lain.

Perbedaannya halus tapi jelas. Could berarti “mungkin bisa” atau “ada kemampuan”, sedangkan would berarti “pasti akan” karena itu pilihan.

Tabel Perbandingan Could vs Would dalam Bahasa Inggris

AspekCouldWould
Arti dasarBisa / mungkin bisaAkan / mau / bersedia
Fungsi utamaMenunjukkan kemampuan atau kemungkinanMenunjukkan niat, pilihan, atau hasil dalam kondisi tertentu
Kemampuan masa laluYaTidak untuk kemampuan
ContohI could swim when I was five.Tidak digunakan untuk kemampuan masa lalu
KemungkinanDigunakan untuk kemungkinanJarang untuk kemungkinan murni
ContohIt could rain tonight.
Kalimat sopan (permintaan)Fokus pada kemampuanFokus pada kesediaan
ContohCould you help me? (Bisa bantu?)Would you help me? (Mau bantu?)
Conditional sentenceMenunjukkan kemungkinan kemampuanMenunjukkan hasil atau pilihan
ContohIf I had time, I could travel.If I had time, I would travel.
Memberi saranSering digunakanJarang digunakan
ContohYou could try again.
Menyatakan preferensiJarangSering digunakan
ContohI would rather stay home.
Tingkat kepastianLebih lemah / kemungkinanLebih tegas / keputusan

Kesalahan Umum dalam Menggunakan Could dan Would

Banyak orang salah karena menganggap could dan would bisa saling menggantikan di semua situasi. Padahal tidak selalu. Kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan would untuk menunjukkan kemampuan masa lalu. Misalnya, mengatakan “I would swim when I was five” untuk menyatakan kemampuan. Kalimat itu sebenarnya terdengar seperti kebiasaan, bukan kemampuan.

Kesalahan lainnya adalah menggunakan could dalam konteks yang sebenarnya butuh komitmen atau niat. Could terdengar lebih “mungkin” dan kurang tegas dibanding would. Karena itu, memahami would, could, perbedaan penggunaan could dan would akan membuat kalimatmu lebih tepat.

Tips Mudah Mengingat Perbedaan Could dan Would

Kalau kamu ingin cara gampang mengingatnya, coba pakai pola sederhana ini:

Could = bisa, mungkin, ada kemampuan
Would = akan, mau, bersedia, pilihan

Kalau kamu sedang bertanya “bisa atau tidak?”, pakai could. Kalau kamu sedang bertanya “mau atau tidak?”, pakai would. Meskipun tidak selalu 100 persen sempurna, cara ini cukup membantu untuk penggunaan sehari-hari.

Penutup

Jadi, perbedaan penggunaan could dan would sebenarnya cukup jelas kalau kamu memahami fungsinya. Could lebih sering digunakan untuk kemampuan dan kemungkinan, sedangkan would lebih sering digunakan untuk pilihan, kemauan, atau situasi hipotetis.

Keduanya memang sama-sama sering dipakai dalam kalimat sopan, tapi makna di baliknya berbeda. Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa berbicara lebih natural dan tidak terdengar seperti menerjemahkan Bahasa Indonesia secara mentah. Semakin sering kamu memperhatikan konteks penggunaan would dan could dalam film, percakapan, atau teks Bahasa Inggris, semakin mudah juga kamu menguasainya.

Untuk kamu yang ingin belajar materi bahasa Inggris lainnya, kamu bisa baca artikel lainnya di website ini ya teman-teman. Jangan lupa untuk follow instagram dan tiktok kita ya. Dan kalau kamu ingin lebih fasih berbicara bahasa Inggris, kamu bisa segera mendaftar kursus bahasa Inggris di Mr.BOB Kampung Inggris, tanya-tanya via whatsapp dulu yuk!

FAQ: Perbedaan Penggunaan Could dan Would

Apa perbedaan could dan would dalam Bahasa Inggris?

Perbedaan utamanya adalah Could digunakan untuk kemampuan atau kemungkinan, sedangkan would digunakan untuk pilihan, niat, atau hasil dalam situasi tertentu.

Kapan menggunakan could?

Gunakan could untuk:

  • Menyatakan kemampuan di masa lalu
  • Menyatakan kemungkinan
  • Memberi saran
  • Membuat permintaan sopan

Kapan menggunakan would?

Gunakan would untuk:

  • Menyatakan situasi hipotetis
  • Menyatakan hasil dalam conditional sentence
  • Menyatakan preferensi
  • Membuat permintaan sopan dengan fokus pada kesediaan

Apakah could dan would bisa dipakai dalam kalimat sopan?

  • Could you…? lebih fokus pada kemampuan.
  • Would you…? lebih fokus pada kesediaan.

Ya, Keduanya sama-sama sopan.

Mana yang lebih formal, could atau would?

Keduanya formal dan sopan. Namun dalam beberapa konteks profesional, would terdengar sedikit lebih halus karena menekankan kesediaan.

Apakah could dan would bisa saling menggantikan?

Tidak selalu. Dalam beberapa situasi seperti permintaan sopan, keduanya bisa dipakai. Namun dalam konteks kemampuan atau conditional sentence, maknanya berbeda.