Mr.BOB Kampung Inggris – Masuk ke tahun 2026, urusan asmara rasanya makin kompleks ya. Dengan dunia yang makin terkoneksi, banyak dari kita yang mungkin lagi menjalani hubungan beda negara atau menjalin kasih sama orang asing. Tapi, nggak semua cerita cinta berakhir di pelaminan atau punya akhir yang bahagia kayak di film-film romantis. Kadang, kita sampai di satu titik di mana kita merasa hubungan ini udah nggak bisa dipaksain lagi.
Masalahnya, mengakhiri hubungan itu nggak pernah gampang. Apalagi kalau kamu harus melakukannya dalam bahasa asing. Ada ketakutan kalau kata-kata yang kita pilih bakal terdengar terlalu kasar, dingin, atau malah bikin salah paham karena keterbatasan kosakata. Padahal, niat kita pengen menyudahi semuanya dengan cara yang baik, dewasa, dan meminimalisir rasa sakit hati.
Nah, kalau kamu lagi bingung gimana menyusun kata-kata yang pas, artikel ini bakal bahas tuntas tentang cara putus bahasa Inggris yang tetap elegan dan sopan. Ingat, tujuannya bukan cuma buat mengakhiri status, tapi buat menunjukkan kalau kamu tetap menghargai waktu dan perasaan yang pernah kalian bagi bersama.

Kenapa Memilih Kata-kata yang Tepat Itu Penting?
Mungkin kamu mikir, “Ah, namanya juga putus, mau sesopan apa pun ya pasti sakit hati.” Memang bener, tapi ada perbedaan besar antara meninggalkan seseorang dengan luka yang “bersih” dan meninggalkan seseorang dengan trauma atau kebingungan. Dalam budaya Barat atau komunikasi internasional, kejelasan (clarity) dan kejujuran (honesty) itu sangat dihargai.
Menggunakan cara putus bahasa Inggris yang tepat bakal membantu kamu:
- Menghindari Ghosting: Menghilang tanpa kabar itu pengecut. Ngomong langsung (atau lewat pesan yang dipikirkan matang-matang) jauh lebih ksatria.
- Mencegah Salah Paham: Menggunakan kalimat yang ambigu bisa bikin mantan kamu mikir masih ada harapan, padahal kamu udah pengen bener-bener selesai.
- Menjaga Harga Diri: Cara kamu mengakhiri hubungan mencerminkan kualitas diri kamu sebagai manusia yang dewasa.
Persiapan Sebelum Ngomong
Sebelum kita masuk ke contoh kalimatnya, ada beberapa hal yang harus kamu siapin dulu secara mental. Jangan putus pas lagi emosi atau habis berantem hebat. Tunggu sampai pikiran kamu tenang.
- Tentukan Alasanmu: Kamu nggak perlu ngejelasin semua dosa dia, tapi kamu harus tahu kenapa kamu pengen berhenti. Apakah karena perbedaan visi, hilangnya percikan asmara, atau masalah komunikasi?
- Pilih Waktu yang Pas: Jangan putus lewat chat pas dia lagi di kantor atau lagi ujian. Cari waktu di mana dia punya ruang untuk memproses informasi ini.
- Siapkan Mental untuk Reaksinya: Dia mungkin bakal nangis, marah, atau malah diam seribu bahasa. Tugas kamu adalah tetap tenang dan nggak ikutan emosi.
Tahapan Cara Putus Bahasa Inggris yang Gentle
Supaya obrolan kamu nggak berantakan, kita bisa bagi percakapan ini jadi empat bagian utama: Pembuka, Inti Masalah, Rasa Terima Kasih, dan Penutup yang Jelas.
1. Kalimat Pembuka (The Opening)
Jangan langsung tembak “We are done.” Itu terlalu brutal. Mulailah dengan sinyal kalau ada sesuatu yang serius yang pengen kamu bahas.
- “I’ve been doing a lot of thinking lately about us.” (Aku udah banyak mikirin tentang kita belakangan ini.)
- “There’s something important I need to talk to you about.” (Ada sesuatu yang penting yang perlu aku omongin ke kamu.)
- “I want to be honest with you about how I’ve been feeling.” (Aku pengen jujur sama kamu tentang apa yang aku rasain.)
2. Menyampaikan Inti Masalah (The Core Reason)
Di sini kamu harus jujur tapi nggak perlu menjatuhkan. Gunakan “I statements” daripada “You statements”. Jadi, fokus ke apa yang kamu rasain, bukan nyalahin apa yang dia lakuin.
- “I don’t feel the same connection that I used to.” (Aku nggak merasakan koneksi yang sama kayak dulu lagi.)
- “I feel like we’ve grown apart and are heading in different directions.” (Aku ngerasa kita udah tumbuh ke arah yang berbeda.)
- “I don’t think we are as compatible as I once thought.” (Aku ngerasa kita nggak se-cocok yang aku kira dulu.)
- “I need to focus on myself and my own growth right now.” (Aku perlu fokus ke diri aku sendiri dan pertumbuhanku sekarang.)
3. Menunjukkan Apresiasi (The Gratitude)
Meskipun udah nggak cinta lagi, dia pernah jadi orang penting di hidup kamu. Kasih apresiasi sedikit buat momen-momen itu.
- “I really appreciate the time we spent together.” (Aku bener-bener menghargai waktu yang kita habisin bareng.)
- “You are an amazing person, and I’ve learned so much from you.” (Kamu orang yang hebat, dan aku belajar banyak banget dari kamu.)
- “I will always cherish the memories we made.” (Aku bakal selalu mengenang memori yang kita buat.)
4. Penutup yang Tegas (The Clean Break)
Ini bagian paling krusial dalam cara putus bahasa Inggris. Jangan kasih celah buat negosiasi kalau kamu emang udah yakin banget.
- “I think it’s best for both of us if we go our separate ways.” (Aku rasa yang terbaik buat kita berdua adalah jalan masing-masing.)
- “I don’t think we should see each other anymore.” (Aku rasa kita sebaiknya nggak usah ketemu lagi.)
- “I hope you can understand and respect my decision.” (Aku harap kamu bisa ngerti dan menghargai keputusanku.)

Daftar Paket 3 Bulan di Mr.BOB Kampung Inggris, klik disini.
Contoh Skenario Putus Berdasarkan Situasi
Beda durasi hubungan, beda juga cara ngomongnya. Berikut beberapa skrip yang bisa kamu adaptasi.
Skenario A: Baru Jadian Sebentar (Casual Dating)
Kalau baru jalan sebulan atau dua bulan, nggak perlu terlalu dramatis. Singkat dan jelas itu lebih baik.
“Hey, I’ve really enjoyed getting to know you over the past few weeks. You’re a great person, but I have to be honest—I’m not feeling the romantic spark I’m looking for. I think it’s better if we stop seeing each other here. I wish you nothing but the best.”
Skenario B: Hubungan Jarak Jauh (LDR)
LDR itu berat, dan seringkali jarak jadi alasan utama.
“The distance has been really tough on me lately. I’ve realized that I need someone who can be physically present in my life right now. I care about you a lot, but I don’t think I can handle a long-distance relationship anymore. I think we should end things here so we can both find what we truly need.”
Skenario C: Hubungan Lama (Long-term Relationship)
Ini yang paling berat. Kamu butuh empati yang lebih besar di sini.
“This is very hard for me to say because you’ve been such a big part of my life. But I’ve realized that our goals and visions for the future don’t align anymore. I don’t want to hold you back or stay in a relationship where I’m not fully present. I think the healthiest thing for both of us is to move on separately. I will always have respect for you.”
Dos and Don’ts dalam Cara Putus Bahasa Inggris
Supaya prosesnya nggak makin runyam, perhatikan etika dasar berikut ini:
DO:
- Use “I feel” instead of “You are”: Bilang “I feel unhappy” lebih baik daripada “You make me unhappy.”
- Be direct: Jangan bertele-tele sampe dia bingung kamu ini sebenernya lagi komplain atau lagi mutusin.
- Listen to them: Kasih dia kesempatan buat ngomong atau nanya, tapi tetap teguh pada keputusanmu.
DON’T:
- Don’t say “It’s not you, it’s me”: Ini kalimat paling klise dan paling dibenci orang sedunia. Kedengerannya palsu banget.
- Don’t offer to “Be Friends” immediately: Biasanya orang yang mutusin bilang gini buat ngurangin rasa bersalahnya sendiri. Padahal mantan kamu butuh waktu buat sembuh. Jangan tawarin jadi temen kecuali kalian berdua emang udah bener-bener move on.
- Don’t do it in a public place: Jangan putus di tengah resto yang lagi rame. Dia butuh privasi kalau seandainya dia mau nangis atau marah.
Kosakata Penting buat Diskusi Pasca-Putus
Kadang setelah bilang “kita putus,” bakal ada pertanyaan lanjutan. Kamu perlu tahu istilah-istilah ini:
- Closure: Penjelasan akhir supaya nggak ada lagi ganjalan di hati.
- Space: Waktu dan jarak buat sendiri-sendiri tanpa komunikasi.
- Compatibility: Kecocokan sifat atau gaya hidup.
- Growth: Pertumbuhan diri.
- Moving on: Proses melanjutkan hidup setelah hubungan berakhir.
Kalau dia nanya, “Is there someone else?” (Ada orang lain?), dan jawabannya nggak ada, kamu bisa bilang, “No, it’s not about anyone else. It’s about us and where I am in my life right now.”
Menghadapi Respon Mantan
Setelah kamu melakukan cara putus bahasa Inggris yang sopan, gimana kalau dia nggak terima?
Kalau dia mulai memohon (begging), kamu harus tetap tegas tapi lembut:
“I know this is painful, and I’m sorry. But my decision is final. I’ve thought about this carefully, and I believe it’s the right thing to do.”
Kalau dia mulai marah (getting angry):
“I understand you’re upset, but please don’t speak to me this way. I came here to be honest and respectful, and I’d like to leave it at that.”
Penutup
Putus cinta itu emang nggak enak, tapi itu bagian dari perjalanan hidup. Menggunakan cara putus bahasa Inggris yang sopan dan elegan menunjukkan kalau kamu adalah orang yang punya empati dan integritas. Kamu menghargai masa lalu, tapi kamu juga cukup berani buat jujur demi masa depan kalian berdua.
Tahun 2026 adalah tahun di mana kita harus makin cerdas dalam berkomunikasi. Jangan biarkan kendala bahasa bikin kamu jadi orang yang terlihat jahat atau nggak pedulian. Dengan pilihan kata yang tepat, kamu bisa mengakhiri satu bab di hidupmu dengan kepala tegak, dan memberikan ruang bagi orang tersebut buat menemukan kebahagiaan mereka sendiri di tempat lain. Ingat, setiap akhir adalah awal dari sesuatu yang baru. Semoga setelah ini kamu dan dia bisa sama-sama menemukan kedamaian.
Untuk kamu yang ingin belajar materi bahasa Inggris lainnya, kamu bisa baca artikel lainnya di website ini ya teman-teman. Jangan lupa untuk follow instagram dan tiktok kita ya. Dan kalau kamu ingin lebih fasih berbicara bahasa Inggris, kamu bisa segera mendaftar kursus bahasa Inggris di Mr.BOB Kampung Inggris, tanya-tanya via whatsapp dulu yuk!