Mr.BOB Kampung Inggris – Dalam bahasa Inggris, penggunaan kata kerja seperti be, been, dan being bisa cukup membingungkan karena terlihat mirip tetapi memiliki penggunaan yang sangat berbeda. Ketiga kata ini adalah bentuk dari kata dasar “be” dan sering digunakan dalam berbagai situasi serta tense (bentuk waktu) yang berbeda.
Mari kita bahas secara mendalam tentang kapan dan bagaimana cara menggunakan be, been, dan being agar kamu bisa lebih mudah memahami perbedaannya. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian masing-masing kata, kapan penggunaannya tepat, serta contoh kalimat agar lebih mudah diikuti.
Baca Juga : Perbedaan Penggunaan ‘To’, ‘For’, dan ‘Of’ dalam Bahasa Inggris
1. Pengertian ‘Be’
Kata kerja “be” adalah bentuk dasar (infinitive) dari to be. Kata ini digunakan untuk menunjukkan keadaan, identitas, atau eksistensi dalam kalimat. Dalam kalimat, “be” memiliki peran sebagai kata kerja utama atau kata kerja bantu dan bentuknya berubah tergantung pada subjek dan tense yang digunakan. Di dalam kalimat, “be” dapat berubah menjadi is, am, are, was, atau were sesuai tense yang digunakan.
Contoh Penggunaan ‘Be’ dalam Kalimat:
- Present Tense: I want to be a doctor someday. (Aku ingin menjadi dokter suatu hari nanti.)
- Future Tense: They will be happy if you come. (Mereka akan senang jika kamu datang.)
- Imperative Sentence: Please, be careful! (Harap hati-hati!)
Dari contoh di atas, kita bisa lihat bahwa “be” bisa diikuti oleh kata sifat (adjective), kata benda (noun), atau bahkan kata kerja lainnya dalam bentuk -ing (gerund).
Fungsi ‘Be’:
- Sebagai Kata Kerja Bantu (Auxiliary Verb): “Be” digunakan bersama kata kerja lain dalam membentuk passive voice dan continuous tense. Misalnya, “The book will be published next month” (Buku itu akan diterbitkan bulan depan).
- Dalam Infinitive: Digunakan setelah kata kerja modal seperti will, can, dan should atau kata kerja lain seperti want dan need untuk menunjukkan keinginan atau rencana.
2. Pengertian ‘Been’
“Been” adalah bentuk ketiga (past participle) dari “be” yang paling sering digunakan bersama kata kerja bantu have atau has dalam Present Perfect Tense atau Past Perfect Tense. Karena merupakan past participle, “been” menunjukkan aksi atau keadaan yang sudah selesai atau yang dimulai di masa lalu dan mungkin masih berlangsung hingga sekarang.
Contoh Penggunaan ‘Been’ dalam Kalimat:
- Present Perfect Tense: She has been my friend since childhood. (Dia sudah menjadi temanku sejak kecil.)
- Present Perfect Continuous Tense: They have been studying for hours. (Mereka sudah belajar selama berjam-jam.)
- Past Perfect Tense: By the time you arrived, I had been waiting for an hour. (Saat kamu tiba, aku sudah menunggu selama satu jam.)
Fungsi ‘Been’:
- Menunjukkan Kejadian atau Status yang Berlanjut: Digunakan untuk menjelaskan sesuatu yang sudah berlangsung tetapi masih ada hubungannya dengan masa kini. Misalnya, “She has been here since morning.”
- Digunakan dalam Kalimat Perfect Tense: Pada perfect tense, “been” biasanya menunjukkan bahwa suatu aksi atau keadaan sudah selesai atau berlangsung hingga saat ini.
3. Pengertian ‘Being’
“Being” adalah bentuk gerund atau present participle dari “be”. Biasanya “being” digunakan dalam continuous tense atau kalimat pasif untuk menyatakan aksi yang sedang berlangsung atau keadaan yang dialami subjek saat ini. “Being” juga sering digunakan dalam kata benda atau kata sifat untuk menekankan kondisi atau proses tertentu.
Contoh Penggunaan ‘Being’ dalam Kalimat:
- Present Continuous Tense: He is being rude right now. (Dia sedang bersikap kasar sekarang.)
- Past Continuous Tense: They were being helped by the volunteers. (Mereka sedang dibantu oleh para relawan.)
- Passive Voice: The cake is being baked. (Kue itu sedang dipanggang.)
Fungsi ‘Being’:
- Menunjukkan Kondisi Sementara: “Being” digunakan untuk menggambarkan sifat atau kondisi yang tidak permanen. Misalnya, “He is being stubborn” (Dia sedang keras kepala).
- Dalam Passive Voice: Sering digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu sedang dilakukan kepada subjek. Misalnya, “The job is being handled by experts.”
Daftar Paket 2 Bulan di Mr.BOB Kampung Inggris, klik disini.
4. Tabel Perbandingan Penggunaan ‘Be’, ‘Been’, dan ‘Being’
Kata Kerja | Fungsi Utama | Penggunaan Utama | Contoh Kalimat |
Be | Kata kerja dasar, bentuk infinitive | Digunakan setelah modal atau imperative | I want to be a pilot. |
Been | Past participle (bentuk ketiga) | Digunakan dalam perfect tense | She has been to Paris. |
Being | Present participle atau gerund | Digunakan dalam continuous atau passive | He is being helpful today. |
5. Kesalahan Umum dalam Menggunakan ‘Be’, ‘Been’, dan ‘Being’
Karena ketiganya memiliki bentuk yang serupa, sering kali pengguna bahasa Inggris melakukan kesalahan dalam penggunaannya. Berikut beberapa kesalahan yang umum terjadi:
- Menggunakan ‘been’ dalam kalimat continuous tense: Contohnya, “I am been happy” yang seharusnya adalah “I am being happy.”
- Menggunakan ‘being’ sebagai past participle: Sebagai contoh, “I have being to Japan” yang seharusnya “I have been to Japan.”
6. Kapan Harus Menggunakan ‘Be’, ‘Been’, atau ‘Being’?
- Gunakan ‘be’ saat kamu ingin menyatakan identitas atau peran, seperti dalam kalimat “I will be there at 5 PM.”
- Gunakan ‘been’ dalam perfect tense, baik present perfect atau past perfect, misalnya “She has been working here for two years.”
- Gunakan ‘being’ ketika kamu ingin menunjukkan aksi yang sedang berlangsung atau keadaan yang sedang dialami, contohnya “He is being nice to everyone today.”
7. Contoh Kalimat yang Menggabungkan ‘Be’, ‘Been’, dan ‘Being’
Untuk lebih memahami perbedaan penggunaannya, berikut adalah beberapa contoh kalimat yang menggunakan ketiga bentuk ini dalam konteks yang berbeda:
- Be: They need to be careful on the road.
- Been: She has been working in the same company for a decade.
- Being: He is being considered for the promotion.
Dengan memahami kapan dan bagaimana menggunakan be, been, dan being, kita bisa lebih mudah menguasai tata bahasa Inggris dengan tepat dan efektif.
Penutup
Pada dasarnya, be, been, dan being adalah bentuk-bentuk yang berbeda dari kata dasar be, tetapi masing-masing memiliki fungsi yang spesifik. Memahami perbedaan penggunaan kata-kata ini akan sangat membantu dalam membuat kalimat yang benar secara tata bahasa dan jelas dalam penyampaian makna.
Semoga penjelasan mengenai perbedaan penggunaan be, been, dan being ini bisa membantu kamu dalam memahami tata bahasa Inggris lebih baik. Teruslah berlatih membuat kalimat dengan ketiga kata ini, dan jangan ragu untuk memperhatikan contoh-contoh yang sudah diberikan agar semakin terbiasa.
Untuk kamu yang ingin belajar materi bahasa Inggris lainnya, kamu bisa baca artikel lainnya di website ini ya teman-teman. Jangan lupa untuk follow instagram dan tiktok kita ya. Dan kalau kamu ingin lebih fasih berbicara bahasa Inggris, kamu bisa segera mendaftar kursus bahasa Inggris di Mr.BOB Kampung Inggris, tanya-tanya via whatsapp dulu yuk!
Perbedaan Accurate, Correct, True, dan Right dalam Bahasa Inggris